Rabu, 22 Februari 2017
On 04.00 by anita in agen toto, bandar togel 2d, bandar togel 3d, bandar togel 4d, bandar togel online, bandar togel singapore, bandar togel terpercaya, main togel online, prediksi togel jitu, prediksi togel singapore No comments
Anggota Komisi II DPR RI, Arteria Dahlan mendukung sikap Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang belum juga menonaktifkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang saat ini menjadi terdakwa kasus penistaan agama.
Sebab, pasal yang digunakan untuk menjerat Ahok multitafsir karena ada dua dakwaan yakni Pasal 156 dan 156 A KUHP. Pasal 156, ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. Pasal 156 A, ancaman pidana selama-lamanya 5 tahun.
"Dalilnya Mendagri sudah sangat tepat. Kok kita enggak bisa cermat, kita enggak bisa jeli melihat. Hukum harus utuh pembuktian unsurnya. Apakah sama, delik hukuman yang paling lama 5 tahun dan paling singkat 5," kata Arteria di DPR RI, Jakarta, Rabu 22 Februari 2017.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut pun mengaku tak masalah dengan tafsir hukum Mendagri atas dua dakwaan untuk Ahok yakni Pasal 156 dan 156 A KUHP. Alasannya, banyak wakil rakyat yang juga punya persepsi hukum sama.
"Enggak ada masalah di sini. Menteri punya tafsir sendiri. DPR punya tafsir sendiri dan sebagian anggota DPR juga punya tafsir yang sama dengan pak Menteri," kata Arteria.
Sebelumnya, Tjahjo mengatakan siap mundur jika sikapnya soal polemik pemberhentian Ahok dianggap keliru. "Kalau bupati, wali kota, ada diskresi Mendagri. Tapi kalau Gubernur, ya Keppres. Saya tidak membela Ahok, saya membela Presiden. Saya siap diberhentikan kapan pun siap. Saya enggak ada urusan sama Ahok," ungkap Tjahjo.
Ia pun membandingkan kasus yang menjerat Ahok dengan kasus yang dialami Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang tidak diberhentikan karena didakwa delapan bulan penjara atas dugaan pencemaran nama baik.
"Saya harus adil. Ada gubernur terpidana masih jadi, divonis delapan bulan. Di bawah 5 tahun tidak kami berhentikan dan tidak ditahan," kata dia.
Ia menegaskan akan konsisten menunggu sampai ada putusan pengadilan. Usai itu, baru Kemendagri akan diambil keputusan soal pemberhentian Ahok.
"Enggak ada urusannya dengan Ahok. Saya konsisten menunggu putusan pengadilan. Nanti kita lihat. Saya hanya membela pak Jokowi. Jangan salahkan pak Jokowi. Saya yang salah," ujar Tjahjo.
"Kalau mau demo, demo saya. Kalau mau turunkan, turunkan saya. Saya hanya membela komandan saya. Saya pembantu Presiden, tidak akan menjerumuskan Presiden. Saya bemperi (pasang badan) Presiden, bukan Ahok," lanjut Tjahjo.
Bandar Togel Online, Bandar Togel Singapore, Prediksi Togel Singapore, Agen Toto, Bandar Togel Terpercaya, Prediksi Togel Jitu, Bandar Togel 4d, Bandar Togel 2d, Bandar Togel 3d, Main Togel Online
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Popular Posts
-
Kali ini sy mau posting gimana caranya bisa menang dalam bermain togel... permainan judi togel sebenarnya bisa kita menangkan...menan...
-
Pasangan Anies-Sandi diyakini akan memenangkan Pilgub DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017 besok. Meskipun saat ini pemerintah ...
-
Pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan berlangsung Rabu (19/4) besok. Namun, gegap gempita pelaksanaan Pilkada di ibukota b...
-
Setelah sempat menjadi polemik, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menghapus syarat saldo minimal Rp2...
-
Berlomba untuk mengais rezeki, sudah menjadi pemandangan yang umum di sejumlah kota di tanah air. Dan tentu saja ada yang tersisih dari ...
-
Pada 22 Januari lalu, sebuah masjid di California Utara, Amerika Serikat, menjadi korban vandalisme oleh orang tak dikenal. Bagian...
-
Jajaran Detasemen Khusus 88 Anti teror Mabes Polri kembali berhasil mengamankan sembilan terduga pelaku teror di wilayah Sulawesi Tenga...
-
Dua ormas di Kbupaten Bekasi, Yakni Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Ormas Gibas terlihat bentrok didepan ruko Deltamas, C...
-
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nurwahid, mengatakan partainya masih melakukan penggodokan nama-nama bakal...
-
Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas membantah pihaknya melakukan penyerangan terhadap rumah ketua FPI DKI Jakarta....
0 komentar:
Posting Komentar